Google Analytics memang gratis dan powerful, tapi apakah masih aman dipakai setelah UU PDP 2022 berlaku? Kami bandingkan jujur di sini.
Google Analytics (GA4) adalah analytics gratis paling populer di dunia dengan fitur yang sangat lengkap. Tapi ada harga yang harus dibayar: data pengunjung kamu disimpan di server Amerika Serikat, menggunakan cookie, dan memerlukan banner cookie consent. Untuk bisnis Indonesia, ini berisiko karena UU PDP 2022 mengatur perpindahan data pribadi lintas negara.
Estimasi waktu: 10-15 menit
Tidak. Kamu bisa jalankan keduanya secara paralel selama masa transisi. Banyak user kami melakukan ini selama 1-2 minggu untuk memastikan data yang dilihat konsisten, lalu baru mematikan GA.
Saat ini belum, tapi ada di roadmap. Untuk sekarang, kami sarankan export data historis GA ke CSV sebagai arsip, lalu mulai tracking fresh dengan PrivacyTrack.id.
Fitur inti: iya (real-time, sources, pages, funnels, retention, custom events, goals). Fitur advanced seperti machine learning predictions, cross-domain tracking kompleks, atau integrasi dengan Google Ads belum ada — tapi itu fitur yang sebagian besar user tidak pakai.
PrivacyTrack.id support custom events seperti purchase, add_to_cart, dll. Kamu bisa track revenue, konversi, dan funnel checkout tanpa cookie. Untuk toko Shopify/WooCommerce, integrasi dedicated sudah di roadmap.
Google Analytics "gratis" karena Google menggunakan data pengunjung kamu untuk advertising (data jadi bagian dari produk Google Ads). PrivacyTrack.id tidak menjual data — revenue kami murni dari langganan. Paket gratis kami tetap ada: 10.000 pageviews/bulan selamanya.
Google Analytics tetap pilihan yang valid kalau kamu butuh fitur enterprise dan tidak khawatir soal data sovereignty. Tapi untuk bisnis Indonesia yang peduli UU PDP, ingin UX pengunjung yang bersih (tanpa cookie banner), dan page speed optimal — PrivacyTrack.id jauh lebih cocok.
Daftar gratis dalam 30 detik. Tanpa kartu kredit. Gratis selamanya hingga 10.000 pageviews/bulan.
Mulai Gratis →Lihat demo tanpa daftar